• 6

    Sep

    Uniknya Warung Pak Botak

    Banyak hal unik yang sesungguhnya bisa kita temukan dalam hidup sehari-hari, sesuatu yang bisa menginspirasi. Sebutlah, misalnya, tentang orang-orang yang berani melakukan sesuatu yang tidak dilakukan atau tidak terpikirkan oleh orang lain. Kepekaan yang kurang terlatih sajalah, agaknya, yang membuat kita, seringkali, tidak menyadarinya. Warung kecil yang ada di ujung RW sana, misalnya, adalah salah satu keunikan yang belum lama saya sadari; sebuah warung yang dimiliki sekaligus dijaga oleh seorang pria paruh baya yang sebagian besar rambutnya tidak lagi tumbuh itu. Pak Botak, demikian kami menyapa pria itu; satu sapaan yang, menurut saya, sangat tidak sopan. Namun, karena orang-orang terbiasa memanggilnya demikian dan, saya amati, tidak ada maksud merendahkan di balik sapaan itu, maka sa
  • 21

    Aug

    Misteri Si Garong

    Ini kisah seekor kucing yang pernah saya kenal saat kecil dahulu. Si Garong, demikian saya dan adik-adik menjulukinya; seekor kucing galak bertampang sangar kesayangan paman kami, Abdul Rozak. Tubuh kucing itu besar melebihi rata-rata tubuh belasan kucing lainnya yang berkoloni di tempat kediaman kami. Bulu-bulunya tebal berwarna hitam-legam kecuali bola mata –dengan tetap ada bulatan hitam di tengahnya– dan keempat telapak kakinya. Kedua matanya selalu menatap tajam, penuh curiga, dan sangat awas mengamati keadaan di sekitarnya. Abdul Rozak, paman kami itu, sering terlihat memangku si Garong ke mana-mana sambil mengelus-elus bulunya yang tebal itu. Jika beliau makan, kucing itu sering ada di sampingnya, turut menikmati ransum makannya sendiri: campuran antara nasi dan serpiha
  • 24

    May

    Trak!, trek!, trak!, trek!...

    Trak!, trek!, trak!, trek!… Sudah satu minggu ini suara itu selalu terdengar di rumah saya, paling tidak selepas maghrib dan menjelang tengah malam. Suara itu berasal dari tabrakan antara raket elektrik yang dikibaskan oleh saya, istri saya, atau Azky, anak pertama saya, dengan nyamuk-nyamuk yang beterbangan gesit di setiap ruang. Populasi hewan mungil pencecap darah itu memang meningkat sekali satu bulan terakhir ini. Tidur kami, dan mungkin juga tidur para tetangga kami, selalu saja terganggu oleh rasa gatal saat moncong-moncong “panjang” mereka menusuk dan menembus kulit. Di sekujur tubuh Dhiya, anak kedua saya yang baru berumur 2 tahun, sering muncul bentol-bentol memerah bekas gigitan. Obat nyamuk semprot, bakar, atau elektrik, tidak lagi mampu membunuh mereka.
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post